RSS

teks Syarh Qur’an 1

06 Dec

Teks Syarhil Qur’an pada Semarak UPTQ 2010…oleh : Asep Mauluddin Ibnu Sofyan ( Pensyarah ), Asep Rizal Khairuddin ( Tilawah ) dan Afiyyah ( Sari Tilawah )…
Judul I : Mewujudkan pemerintahan Bebas KKN
silahkan untuk di jadikan rujukan…semoga bermanfaat.

السلام عليكم ورحمةالله وبركاته
اَلْحَمْدُللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ وَالْعَافِيَةُ لِلْمُقِسِطِيْنَ. وَلاَعُدْوَانَ إِلاَ عَلَى الظَّالِمِيْنَ. اَلَّلهُمَّ صَلّىِ وَسَلِّمْ عَلَى عَبْدِكَ وَرَسُوْلِكَ مُحَمَّدٍ, وَعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ اَمَّا بَعْدُ
Dewan hakim yang kami hormati
Hadirin yang kami hormati
Transparency International, suatu lembaga penelitian independen yang bermarkas di Berlin melalui Global Coruption barometer menyatakan, bahwa Indonesia menempati peringkat pertama, sebagai negara terkorup se-Asia, dan peringkat kedelapan di antara negara-negara terkorup di dunia, setelah Nigeria, Pakistan, Kenya, Bangladesh, Cina, Kamerun, dan Venezuela. Bukan hanya itu, perilaku korupsi, kolusi dan nepotisme atau KKN di negara kita ini, sudah menjadi penyakit mental dan sosial yang mengkristal, virus-virusnya telah mewabah, meluah, bahkan melimpah ke segala lapisan.KKN bukan saja monopoli kalangan pemerintah pusat, tapi juga pemerintah daerah; KKN bukan saja terjadi di kalangan eksekutif, legislatif, yudikatif; bahkan lembaga pemberantas tindak pidana korupsi pun, terjerumus ke dalam penyakit korupsi.
Dampaknya, pembangunan terhambat, pendidikan tersumbat, ekonomi tersendat, kemiskinan terus meningkat, rakyat semakin melarat, hukum hampir sekarat, karena tidak mampu menjerat, para koruptor biang penjahat, yang dikutuk dan dilaknat.
Lalu bagaimana upaya kita memberantas perilaku KKN di negeri ini? Sebagai jawabannya Mewujudkan Pemerintahan Bebas KKN adalah tema syarh al-Qur’an yang akan kami sampaikan pada kesempatan ini, dengan rujukan al-Qur’an surat al-Anfal : 27 :
          
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad) dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui”.

Hadirin yang kami hormati
ayat ini, merupakan landasan theologis dalam mewujudkan Pemerintahan yang amanah dan bersih dari KKN. Karena Secara semantik, kalimat لاتخونوا merupakan syighat al-Nahyi. Sedangkan Qa’idah Ushul fiqh menyatakan:
الاصل في النهي للتحريم
Pada asalnya suatu larangan, menunjukan pengharaman.
Dengan demikian, haram bagi kita, saya, saudara dan seluruh insan beriman, mengkhianati amanah yang telah diberikan kepada kita, sebagaimana haramnya mengkhianati Allah dan Rasulul-Nya. Sedangkan yang dimaksud amanah adalah:
هي الاعمال التي اءتمن الله عليها العباد
Segala pekerjaan yang telah diamanahkan Allah kepada setiap hambannya”. Demikian penjelasan imam ‘Ali Ashobuni dalam Shofwat al-Ttafasir, jilid I hlm 501.
Dalam perspektif theologies, amanah merupakan fitrah. Setiap kita ditaqdirkan memikul amanah sesuai tugas dan fungsi masing-masing, dan setiap amanah harus dilakukan dengan penuh kejujuran, karena amanah akan dipertanggungjawabkan, baik dihadapan manusia maupun dihadapan Tuhan. Inilah esensi sabda Rasulullah Saw.:
كلكم راع وكلكم مسؤول عن راعيته
Setiap kita adalah pemimpin atau pemegang amanah, dan akan diminta pertanggungjawaban dari kepemimpinannya atau amanahnya.
Alhamdulillah hadirin, kita bangga karena Indonesia ini merupakan negara beragama. Dan setiap agama, mengajarkan pentingnya menjaga amanah. Bahkan Rasulullah Saw bersabda:
الدين امانه لا دين لمن لا امانت له
Urgensi agama adalah amanah, dan dipandang tidak beragama bagi orang yang tidak amanah.
Namun sayang seribu sayang hadirin, kita merasa malu karena sebagai negara beragama, tapi justeru perilau ketidak jujuran semakin merajalela, korupsi, kolusi dan nepotisme hampir membudaya, pada segenap lapisan bangsa. Ironinya, penyakit KKN ini sebagai dosa warisan sejak penjajahan Belanda, era orde lama dan orde baru berkuasa, bahkan di era reformasi pun kita kecewa, karena masih ada oknum-oknum reformasi durjana, yang merampok aset negara, di tengah-tengah bangsa kita sedang merana. Na’udzubillah min Dzalik.
Lalu kenapa hadirin, penyakit KKN ini dipandang dapat merugikan bangsa? Karena secara sosiologis antropologis korupsi berarti tindak pidana berupa manipulasi, pungli, mark-up, dan pencurian dana publik, secara langsung maupun terselubung, dengan maksud meraih keuntungan pribadi.
Sedangkan kolusi adalah model kerjasama negatif antar individu atau kelompok semata-mata untuk memperoleh keuntungan illegal dan merugikan orang lain. Dan nepotisme, berarti mengambil keuntungan dengan memanfaatkan kedekatan terhadap seseorang secara tidak professional dan proforsional seingga perilaku seperti itu bukannya mendukung pembangunan tapi menghambat sekaligus menghancurkan pembangunan.
Pantas, Undang-undang Republik Indoesia No. 31 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dinyatakan bahwa dalam hal tindak pidana korupsi yang dilakukan dalam keadaan tertentu, pidana mati dapat dijatuhkan kepada seorang koruptor.
Namun sayang seribu sayang, sampai hari ini, kita sering mendengar, bukan koruptor yang di hukum mati, tapi koruptor yang bersembunyi di dalam negeri, koruptor yang lari ke luar negeri, koruptor yang tidak diadili, bahkan koruptor yang terkesan dilindungi. Na’udzubillah min Dzalik.
Oleh karena itu, dalam mewujudkan Indonesia bebas KKN, terutama di tingkat Pemerintahannya, langkah utama dan pertamanya adalah hukum harus ditegakkan seadil-adilnya. sebagaimana diisyaratkan dalam Al-Quran pada surat al-Maidah [6]: 8
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا كُونُوا قَوَّامِينَ لِلَّهِ شُهَدَاءَ بِالْقِسْطِ وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآنُ قَوْمٍ عَلَى أَلَّا تَعْدِلُوا اعْدِلُوا هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَى وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ
Hai orang-orang yang beriman, hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

Hadirin yang kami hormati
Ayat tersebut merupakan landasan efistemologis bagi kita dan seluruh insan beriman, agar selalu menjadi penegak kebenaran, dan keadilan termasuk dalam mewujudkan Pemerintahan bebas KKN. Prinsipnya menurut imam Ibnu Katsir dalam Tafsir al-Qur’an al-‘Adzim:
كونوا قوامين بالحق لله عزوجلا لا لآجل الناس والسمعه
Jadilah kalian komunitas penegak kebenaran dan keadilan karena Allah ‘Aja wa Jalla semata, bukan karena mengharap penglihatan dan pendengaran manusia . Inilah essensi kalimat:
اعْدِلُوا هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَى
Berlaku adil-lah karena sikap adil lebih dekat kepada taqwa.
Dengan demikian, ayat ini sebagai motivasi sekaligus instruksi kepada kita, para pemimpin bangsa, para penegak hukum, bahwa dalam mewujudkan Indonesia bebas KKN terutama dalam memberantas korupsi, kita bukan saja dituntut memperbaiki konstitusi, bukan saja dituntut memperbanyak lembaga anti korupsi, tapi kita pun dituntut untuk cepat beraksi, tegakan keadilan di republik ini, Peat justitia et preat mundus, keadilan harus tetap tegak sekalipun bumi akan hancur.
Pantas, dalam rangka menegakkan keadilan, Rasulullah Saw. dalam kapasitasnya sebagai seorang pemimpin umat, dengan tegas bersabda:
واللَّهِ لَوْ أَنَّ فَاطِمَةَ بِنْتِ مُحَمَّدٍ سَرَقَتْ لَقَطَعْتُ يَدَهَا
Demi Allah, kalau Fatimah puteriku, terbukti mencuri, pasti akan aku sendiri yang akan memotong tangannya”. Allahu Akbar.
Ini hadirin tipe pemimpin pelindung rakyat yang menegakan keadilan. Sebab kalau pemimpinnya tidak adil, niscaya akan muncul law of jungle to politely of people, hukum rimba menjadi peradaban. Kalau pemimpinnya tidak adil, niscaya akan lahir penguasa-penguasa bergaya tupai, bermental keledai, yang siap membantai; bahkan tidak mustahil akan lahir penguasa-penguasa bermental durjana, berairmata buaya pandai berpura-pura, gayanya bak orator padahal biangnya koruptor. Naudzubillah min Dzalik.
Lalu bagaimanakah praktik keadilan jika dikaitkan dengan upaya pemberantasan KKN di negara kita? Al-hamdulillah, pemerintah kita melalui KOmisi pemberntasan Korupsi sedang giat-giatnya menegakan keadilan, mengusut tuntas para pelanggar hukum, terutama para koruptor kelas kakap, Jangan sampai, pencuri sandal dipukuli sampai mati, eeh….koruptor pembobol uang rakyat kok dilindungi.
Oleh sebab itu, kami menghimbau kepada seluruh rakyat Indonesia, jadikanlah kejujuran sebagai landasan etis dalam segala akivitas dan perbuatan, kepada aparatur pemeritah agar selalu bersikap amanah terhadap tugas dan kewajiban, juga kepada para penegak hukum, bulatkan tekad, ikhlaskan niat, untuk menegakkan hukum dengan seadil-adilnya dinegara kita.
Jika langkah tersebut telah kita lakukan maka mewujudkan pemerintahan bebas KKN bukan lagi impian melainkan suatu kenyataan. Amin ya Rabbal’alamin.
Dan Jika sikap ini yang kita tumbuhkembangkan, Allah akan mencatatnya sebagai amal sholeh dalam konteks pembangunan yang akan mendapat balasan dari Allah, sebagaimana terangkai dalam QS. al-Maidah [5]: 9
وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ ءَامَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَهُمْ مَغْفِرَةٌ وَأَجْرٌ عَظِيمٌ
Allah telah berjanji kepada orang yang beriman dan beramal kebaikan, bahwa bagi mereka ampunan dan pahala yang berlimpah.
Dengan berakhirnya lantunan kalam Illahi tadi, uraian ini dapat disimpulkan, bahwa KKN, korupsi, kolusi dan nevotisme merupakan penyakit sosial yang kronis yang harus kita obati, dengan internalisasi dan aktualisasi implentasi nilai-nilai kejujuran dan keadilan dalam kehidupan sehari-hari, insya Allah pemerintahan akan bebas KKN, sehingga pertiwi kembali berseri, karena pemerintahnya semakin berbudi. Amin ya Rabbal’alamin.

والسلام عليكم ورحمة الله وبركا ته

 
Leave a comment

Posted by on December 6, 2010 in info UPTQ

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: